Fungsi
Statistika Dalam Microsoft Excel
Microsoft Excel merupakan program
aplikasi spreadsheet (lembar kerja elektronik). Fungsi dari Microsoft Excel adalah untuk melakukan
operasi perhitungan serta dapat mempresentasikan data ke dalam bentuk tabel.
Fungsi
adalah rumus dalam Ms-excel yang sudah terdefinisikan untuk suatu perhitungan
secara otomatis. Penulisan fungsi dalam Ms-Excel diawali dengan tanda sama
dengan (=), terkecuali jika fungsi tersebut bersifat tersarang (nested).
Penggunaan fungsi akan jauh memperingkas penulisan daripada menggunakan rumus
dengan maksud yang sama.
a.Fungsi-fungsi
Statistik
Excel 2002
menyediakan cukup banyak fungsi statistik. Namun di sini akan dibahas fungsi
statistik yang sering digunakan dalam memanipulasi lembar kerja Ms-excel.
fungsi-fungsi tersebut meliputi.
- =AVARAGE (range) : mencari nilai rata-rata dalam range
- =COUNT (range) : mencari jumlah angka dalam range
- =MAX (range) : mencari data tertinggi dalam range
- =MEDIAN (range) : mencari median data dalam range
- =MIN (range) : mencari data terendah dalam range
- =STDEV (range) : mencari standar deviasi dalam range sample data
- =STDEVP (range) : mencari standar deviasi dalam range populasi keseluruhan
- =SUM (range) : menjumlahkan data dalam range
- =VAR (range) : mencari nilai variance dalam range
- =PRODUCT (range) : melakukan perkalian sekumpulan data dalam range
- =ROUND : membulatkan bilangan ke digit tertentu
- =SQRT : menghasilkan suatu nilai akar kwadrat
- =POWER : menghasilkan suatu bilangan yang dipangkatkan
- =SUMSQ : mempangkatduakan angka dalam argument dan memberikan jumlah dari pemangkatan
Langkah-langkah mencari formula dalam Ms-Excel :
a.
Pada
toolbar pada Ms-excel klik Formulas
b. Pilih
Autosum (klik)
Untuk menampilkan
lebih banyak formula klik more function
- Operator Matematika
Catatan :
Setiap penulisan rumus selalu diawali dengan tanda sama
dengan (=), dan setelah siap memasukkan rumus harus menekan Enter
Contoh :
= 500 + 350 (lalu tekan enter)
= 256 * 128 (lalu tekan enter)
= 8^3 (lalu tekan Enter)
2.Fungsi Sum(.......)
Fungsi Sum digunakan untuk melakukan penjumlahan sekumpulan
data pada suatu range. Bentuk
penulisannya : = SUM(number1, number2, ……)
Contoh : =
SUM(4,8,9) Ã Tekan
Enter
3.Fungsi
Product(…….)
Fungsi Product digunakan untuk melakukan perkalian
sekumpulan data pada suatu range. Bentuk penulisannya : =PRODUCT(number1,
number2,….)
Contoh :
=PRODUCT(4,8,9) Ã Tekan
Enter
4. Fungsi Max(.......)
Fungsi Max digunakan untuk mencari nilai tertinggi dari
sekumpulan data (range). Bentuk penulisannya adalah : =MAX(number1,number2,……)
Contoh : =MAX(4,8,9) Ã Tekan Enter
5. Fungsi Min(.......)
Fungsi Min digunakan untuk mencari nilai terendah dari
sekumpulan data (range). Bentuk penulisannya adalah : =MIN(number1, number2,……)
Contoh : =MIN(4,8,9) Ã Tekan Enter
6. Fungsi Count(……)
Fungsi Count digunakan untuk menghitung jumlah data dari
suatu range yang dipilih. Bentuk penulisannya adalah : =COUNT(value1,
value2,…..)
Contoh :
=COUNT(2,2,2,2,2,2,2) Ã Tekan Enter
7. Fungsi Round(.......)
Fungsi Round digunakan untuk membulatkan bilangan ke digit
tertentu. Bentuk penulisannya adalah : =ROUND(number,num_digits)
Contoh : =ROUND(123.4567,1) -> Tekan
Enter
8.Fungsi
Sqrt(…….)
Fungsi Sqrt digunakan untuk menghasilkan suatu nilai akar
kwadrat dari suatu bilangan. Bentuk penulisannya adalah : =SQRT(number)
Contoh :
=SQRT(9) -> Tekan
Enter
9.
Fungsi
Power(……)
Fungsi Power digunakan untuk menghasilkan suatu bilangan
yang dipangkatkan. Bentuk penulisannya adalah : = Power(number,power)
Contoh : =POWER(6,2)
-> Tekan Enter
10.Fungsi Sumsq(…….)
Fungsi Sumsq digunakan untuk mempangkatduakan angka dalam
argument dan memberikan jumlah dari
pemangkatan.
Bentuk penulisannya adalah : =SUMSQ(number1,number2,…)
11. Fungsi
Average(……)
Fungsi Average digunakan untuk menghitung nilai-nilai
rata-rata. Bentuk penulisannya adalah : =AVERAGE(number1, number2,…)
Contoh : =AVERAGE(10,5) Ã Tekan Enter
a. Fungsi Logika
Fungsi logika atau bersyarat
memungkinkan kita menguji persyaratan dalam sel. Fungsi bersyarat ini adalah suatu kondisi atau =IF
yang hasilnya bergantung pada benar atau salahnya pengujian. Fungsi Logika
memerlukan operator perbandingan yaitu :
=
(sama dengan)
<
(lebih kecil dari)
>
(lebih besar dari)
<= (lebih kecil sama dengan)
>= (lebih besar sama dengan)
<> (tidak sama dengan)
- IF (logical_test,value_if_true,value_if_false)
- Fungsi If Tunggal
Contoh 1 :
=IF(A1>75,”baik”,”kurang”)
artinya jika nilai sel A1 lebih besar dari 75, maka dinyatakan “baik”,
sebaliknya jika nilai sel A1 kurang dari 75 maka dinyatakan “kurang”.
- Fungsi n Majemuk
Contoh :
IF(C4=”A”,”ISTIMEWA”,IF(C4=”B”,”BAIK”,IF(C4=”C”,”CUKUP”,”KURANG”)))
Artinya jika
pada sel C4 nilainya A
maka hasilnya “ISTIMEWA”,
jika pada sel C4 nilainya B maka
hasilnya “BAIK”, jika
pada sel C4 nilainya
C maka hasilnya “CUKUP”, atau selain kondisi diatas
maka akan menghasilkan nilai “KURANG”.
Sumber:
Modul Panduan
Microsoft Excel